Senin, 16 Februari 2015

Mujahadah

Jelajah Hati
Manusia diberikan 3 perangkat oleh Allah Ta'ala yang bersatu dalam raga ini. Perangkat itu adalah akal, hati, dan nafsu.
Akal akan memutuskan bertindak melakukan atau tak melakukan sesuatu, tentu akal yang baik akan memilih sesuatu yang bernilai kebaikan, juga berkaitan dengan benar dan salah. Akal akan menimbang-nimbang sesuai dengan ilmu yang telah didapatkannya.
Hati adalah kekuatan ruhani yg membuat manusia selalu menerima apapun. Apapun yang terjadi terhadap diri semisal pujian bahkan suatu celaan pun akan diterima oleh hati. Semua kejadian yang terjadi baik menyenangkan maupun tak menyenangkan akan diterima oleh perangkat ini.
Jiwa merupakan kekuatan ruhani yg merubah apapun menjadi kemuliaan atau kehinaan. Semua yang diterima hati akan diolah menjadi perbuatan yang akan direalisasikan. Ketika jiwa bersih, maka apapun kejadian yang menimpa baik berupa hal yang menyenangkan maupun menyenangkan akan disikapi dengan hal-hal yang bernilai surgawi seperti sabar, ikhlas, dan sifat surgawi lainnya.
Memujahadahi akal akan menjadikan akal mustaqim, memujadahi hati/ qolbu akan menjadikan qolbun yang salim, sedangkan memujadahi jiwa/ nafs akan menjadikan nafsumuthmainnah.
Akal Mustaqim adalah akal yg selalu memutuskan untuk bertindak tepat dan benar.
Qolbun Salim adalah hati yg akan membuat manusia selalu mengelola apapun yang ia terima menjadi kebaikan. Misal menerima penghinaan yang dianggap sebagai jalan kebaikan bagi diri untuk melaksanakan sbuah kesabaran yang tentunya akan bernilai pahala.
Jiwa muthmainnah adalah jiwa yg mendorong manusia untuk selalu menjadikan apapun memiliki nilai akherat. Ini adalah tindak lanjut dari Qolbun Salim yang telah terealsasi.
Maka ketika ketiganya sudah bisa menyatu yakni Akal Mustaqim, Hati yang Salim dan Jiwa yang Muthmainnah bertemu dan bersahabat dalam kebaikan, maka akan mengalirlah mata air kehidupan bernama -- Amal Sholihah. Amal yang disukai oleh makhluk juga diridhoi Allah Ta'ala.
Kadang kala mungkin saja terjadi ketidaksesuaian antara akal dan jiwa meskipun dalam kebaikan, namun dalam keadaan tersebut pilihlah bisikan hati dan jiwa yang menjadi diprioritaskan. Karena sejatinya secara hirarki jiwa membawahi hati dan akal, sehingga sudah sepantasnyalah jiwa dan hati menjadi pilihan terakhir dari keputusan-keputusan yang ada.
Dan sebagai hasil akhir dari Mujahadah adalah jalan menuju syukur.

0 komentar: