kalender, sebuah pengingat juga pengukur besaran waktu. sebuah hal yang tampak sepele dan remeh temeh namun sejatinya mempunyai makna yang cukup besar. dengan kalender kita bisa mengetahui dan merencanakan aktivitas kedepan juga sebagai pembanding masa lalu agar aktivitas2 yg kita jalani makin menjadi baik.
kalender penanggalan waktu dimiliki semua golongan dan ragam manusia baik dg ukurannya masing2. ada yg menggunakan dg berdasarkan bulan, matahari, bulan, ataupun bintang.
di dalam agama Islam kalender juga menjadi hal penting. kalender dimanfaatkan sebagai ukuran aktivitas, juga sebagai petunjuk waktu2 yg berkaitan dg ibadah. kalender Islam digunakan berdasarkan pergerakan bulan, sehingga awal bulan dimulai ketika senja mulai datang dan berangsur menjadi kegelapan malam.
dalam pergerakan bulan itulah didapat perputaran bulan sejumlah 29 hari. namun saat mendung dan tak terlihat bulan kaum muslim menggenapkannya menjadi 29 hari, seperti sabda rasulullah:... yg berkaitan dg penggenapan waktu puasa.
kita tahu tentang kalender Islam, namun tentu kita lebih familiar dg kalender nasional yg merupakan kalender masehi. bahkan tak jarang umat muslim tak terlalu mempedulikannya dan cenderung untuk melenakannya.
sore ini sebuah pesan dari seorang alim yg menasehati untuk tak sekedar tahu namun juga berharap hafal dan menjadikannya keseharian kalender muslim itu. bukan semata2 sebagai identitas muslim, penanggalan waktu2 ibadah, namun juga bagian seberapa bukti keimanan kita umat muslim kepada Rabb kita. karena kalender Islam bukanlah buatan orang Arab, ataupun nabi, tetapi kalender buatan Allah SWT sendiri.
apa saja nama2 bulan di kalender Islam? yuk kita ketahui dan mulai membiasakannya. diawali dengan bulan Muharram, kemudian Safar, Rabiul ula, Rabiul sani, Jumadil Awal, Jumadil ula, setelah itu ada bulan Rajab, Syaban dilanjutkan bulan Ramadhan, Syawal dan terakhir Dzulqodah dan ditutup dengan bulan Dzulhijah.
Jadi, sudah siap menghafal dan membiasakan menggunakannya sob? bukan kah iman adalah cinta dan sayang, maka ada benarnya juga jika tak mengenal bagaimana kita akan menyayangi sepenuh hati? semoga tulisan ini bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah Taala dan Rasulnya Muhammad SAW.
ditulis di Sleman 10 Dzulkodah 1435, selepas tengah malam. (abe)
0 komentar:
Posting Komentar