Jelajah Hati
Manusia diberikan 3 perangkat oleh Allah Ta'ala yang bersatu dalam raga ini. Perangkat itu adalah akal, hati, dan nafsu.
Akal akan memutuskan bertindak melakukan atau tak melakukan sesuatu, tentu akal yang baik akan memilih sesuatu yang bernilai kebaikan, juga berkaitan dengan benar dan salah. Akal akan menimbang-nimbang sesuai dengan ilmu yang telah didapatkannya.
Hati adalah kekuatan ruhani yg membuat manusia selalu menerima apapun. Apapun yang terjadi terhadap diri semisal pujian bahkan suatu celaan pun akan diterima oleh hati. Semua kejadian yang terjadi baik menyenangkan maupun tak menyenangkan akan diterima oleh perangkat ini.
Jiwa merupakan kekuatan ruhani yg merubah apapun menjadi kemuliaan atau kehinaan. Semua yang diterima hati akan diolah menjadi perbuatan yang akan direalisasikan. Ketika jiwa bersih, maka apapun kejadian yang menimpa baik berupa hal yang menyenangkan maupun menyenangkan akan disikapi dengan hal-hal yang bernilai surgawi seperti sabar, ikhlas, dan sifat surgawi lainnya.
Memujahadahi akal akan menjadikan akal mustaqim, memujadahi hati/ qolbu akan menjadikan qolbun yang salim, sedangkan memujadahi jiwa/ nafs akan menjadikan nafsumuthmainnah.
Akal Mustaqim adalah akal yg selalu memutuskan untuk bertindak tepat dan benar.
Qolbun Salim adalah hati yg akan membuat manusia selalu mengelola apapun yang ia terima menjadi kebaikan. Misal menerima penghinaan yang dianggap sebagai jalan kebaikan bagi diri untuk melaksanakan sbuah kesabaran yang tentunya akan bernilai pahala.
Jiwa muthmainnah adalah jiwa yg mendorong manusia untuk selalu menjadikan apapun memiliki nilai akherat. Ini adalah tindak lanjut dari Qolbun Salim yang telah terealsasi.
Maka ketika ketiganya sudah bisa menyatu yakni Akal Mustaqim, Hati yang Salim dan Jiwa yang Muthmainnah bertemu dan bersahabat dalam kebaikan, maka akan mengalirlah mata air kehidupan bernama -- Amal Sholihah. Amal yang disukai oleh makhluk juga diridhoi Allah Ta'ala.
Kadang kala mungkin saja terjadi ketidaksesuaian antara akal dan jiwa meskipun dalam kebaikan, namun dalam keadaan tersebut pilihlah bisikan hati dan jiwa yang menjadi diprioritaskan. Karena sejatinya secara hirarki jiwa membawahi hati dan akal, sehingga sudah sepantasnyalah jiwa dan hati menjadi pilihan terakhir dari keputusan-keputusan yang ada.
Dan sebagai hasil akhir dari Mujahadah adalah jalan menuju syukur.
Senin, 16 Februari 2015
Mujahadah
Minggu, 15 Februari 2015
Waktu
sore menjelang maghrib
rasanya waktu beranjak pelan. namun bukankah malah kita mempunyai banyak waktu? namun yang jadi pertanyaan adalah sedang apakah saat kita membersamai waktu yang berjalan perlahan itu. semoga saja menjadikan kita melakukan hal2 yang bermanfaat, meski waktu tak akan memilih2 sahabatnya yang membersamainya. dalam kebaikan atau kejahatan pun ia senantiasa mengiringi.
namun jangan terlena. karena waktu pun punya tuan nya sendiri. saat nya tiba ia akan lebih memilih tuannya daripada membersamai raga kita. ia akan pergi begitu saja dan kadang tanpa perlu berpamitan.
Minggu, 01 Februari 2015
Kalender Islam
kalender, sebuah pengingat juga pengukur besaran waktu. sebuah hal yang tampak sepele dan remeh temeh namun sejatinya mempunyai makna yang cukup besar. dengan kalender kita bisa mengetahui dan merencanakan aktivitas kedepan juga sebagai pembanding masa lalu agar aktivitas2 yg kita jalani makin menjadi baik.
kalender penanggalan waktu dimiliki semua golongan dan ragam manusia baik dg ukurannya masing2. ada yg menggunakan dg berdasarkan bulan, matahari, bulan, ataupun bintang.
di dalam agama Islam kalender juga menjadi hal penting. kalender dimanfaatkan sebagai ukuran aktivitas, juga sebagai petunjuk waktu2 yg berkaitan dg ibadah. kalender Islam digunakan berdasarkan pergerakan bulan, sehingga awal bulan dimulai ketika senja mulai datang dan berangsur menjadi kegelapan malam.
dalam pergerakan bulan itulah didapat perputaran bulan sejumlah 29 hari. namun saat mendung dan tak terlihat bulan kaum muslim menggenapkannya menjadi 29 hari, seperti sabda rasulullah:... yg berkaitan dg penggenapan waktu puasa.
kita tahu tentang kalender Islam, namun tentu kita lebih familiar dg kalender nasional yg merupakan kalender masehi. bahkan tak jarang umat muslim tak terlalu mempedulikannya dan cenderung untuk melenakannya.
sore ini sebuah pesan dari seorang alim yg menasehati untuk tak sekedar tahu namun juga berharap hafal dan menjadikannya keseharian kalender muslim itu. bukan semata2 sebagai identitas muslim, penanggalan waktu2 ibadah, namun juga bagian seberapa bukti keimanan kita umat muslim kepada Rabb kita. karena kalender Islam bukanlah buatan orang Arab, ataupun nabi, tetapi kalender buatan Allah SWT sendiri.
apa saja nama2 bulan di kalender Islam? yuk kita ketahui dan mulai membiasakannya. diawali dengan bulan Muharram, kemudian Safar, Rabiul ula, Rabiul sani, Jumadil Awal, Jumadil ula, setelah itu ada bulan Rajab, Syaban dilanjutkan bulan Ramadhan, Syawal dan terakhir Dzulqodah dan ditutup dengan bulan Dzulhijah.
Jadi, sudah siap menghafal dan membiasakan menggunakannya sob? bukan kah iman adalah cinta dan sayang, maka ada benarnya juga jika tak mengenal bagaimana kita akan menyayangi sepenuh hati? semoga tulisan ini bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah Taala dan Rasulnya Muhammad SAW.
ditulis di Sleman 10 Dzulkodah 1435, selepas tengah malam. (abe)
Rabu, 28 Januari 2015
macem-macem pendonor darah